Rabu, 22 Juni 2016

Umat Unyu-Unyu


Judul diatas tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun, sy hanya mencoba menterjemahkan apa yang ada dipikiran sy dan menuangkan nya kedalam sebuah tulisan.

Umat Unyu-Unyu, yup begitulah sy menyebut mereka yang begitu fanatik terhadap suatu hal yang berbau Agama, mereka selalu merasa paling benar dan suci, orang yang tidak sepaham dengan dia dianggap salah, kafir, dan sesat.

Kadang sy suka gregetan lihat Umat Tuhan yang model begini, mereka dengan begitu mudah nya menghakimi dan men cap Umat Tuhan yang lain yang tidak sepaham dengan mereka, padahal kita diajarkan untuk bisa menghormati antar sesama apapun Agama nya.

Si Umat Unyu-Unyu ini terlalu sibuk menghakimi Umat lain, mereka lupa bahwa Tuhan menilai Manusia itu bukan dari Agama, bukan dari pakaian dan bukan juga dari seringnya Dia beribadah, semua itu tidak akan berarti apa-apa dihadapan Tuhan kalau kelakuan dan sikap kita terhadap sesama masih jauh dari kata “mengasihi”.

Tuhan mengutus para Nabi & Rosul nya untuk menyebarkan kasih dan kepedulian terhadap sesama, itulah yang seharusnya kita lanjutkan dan terapkan sekarang ini, Tuhan ingin kita akur, damai, tentram, hidup berdampingan dan saling menguatkan apapun Agama nya.
 Semoga kisah dan cerita Nabi-Nabi yang sering kita baca dan dengarkan dari nenek moyang kita bukan hanya sebagai dongeng pengantar tidur untuk anak-anak kita saja, tapi kita harus bisa menerapkan nya didalam kehidupan kita.

Biarlah kebebasan ber Agama menjadi simpul untuk menyatukan kita, untuk bersama-sama melawan ketidak adilan yang dilakukan oleh oknum yang sengaja memecah belah Indonesia tercinta ini.

Biarlah si Mayoritas menggandeng Si Minoritas, berjalan beriringan sambil bergandengan tangan.
Marilah kita menjadi Umat yang Dewasa, bukan Umat Unyu-Unyu yang suka maen pentungan, dan yang suka ngamuk ga jelas.

“Karena Perbedaan itu adalah Fitri”

Terima kasih Sudah Membaca

Djakarta, 22 Juni 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar