Jumat, 24 Juni 2016

Menulislah sebelum Menulis itu Dilarang !


Judul diatas sama seperti judul diblog sy, dan seperti yang sy bilang sy suka menulis tentang apa saja yang ada dipikiran sy,  tapi sy juga tidak mau sembarang menulis takut ditangkep kalo sy nulis sembarangan hehe,, 

Banyak yang bilang kalau tulisan sy diblog itu hasil jiplak atau copas dari orang lain haha,, biarlah mereka bebas mau komentar apapun, toh ga ada ruginya buat sy, duit sy didompet ga bakal berkurang, kegantengan sy pun juga ga akan luntur wkwkwk, jadi silahkan saja mau komen apa tentang tulisan sy, sy mah begitu orangnya.

Banyak orang yang tidak percaya kalau apa yang sy tulis itu hasil dari pemikiran sy sendiri, sy bukan orang yang munafik dan naif hahaseeek, memang ada beberapa kata atau istilah yang sy pakai itu sy ambil dari beberapa sumber diluar otak sy.

Sy tidak butuh pengakuan untuk semua tulisan sy, semua yang sy tulis itu hanya luapan dari pemikiran sy yang tidak terlampiaskan, dengan menulis sy merasa puas karena telah menumpahkan isi otak sy yang kadang-kadang suka eror sendiri, hehehe.
Sy hanya lulusan SMA, dan hanya bekerja sebagai karyawan otsorsing itupun kontrak, pokonya sedih dah kalau diceritain, makanya wajar kalau banyak yang tidak percaya dengan apa yang sy tulis, manusia jaman sekarang kan selalu mengukur seseorang dengan sebuah Ijazah, harta, jabatan dan lain sebagainya, kalau bicara soal yang ini sy nyerah dah sy lambaikan tangan aja kekamera hahaha.

Sy tidak gila hormat dari orang lain, karena kehormatan hanya milik orang yang punya mobil, yang lulusan S1, yang jabatan dikantor nya wahh, pokonya yang wah wah dah.

Sy hanya manusia biasa yang hidup dalam kesederhanaan, yang setiap habis gajian malah sedih soalnya Remis (gali lobang tutup lobang) hahaha, tapi sy bahagia, sy punya istri yang cantik mirip Nikita Willy (menurut sy loh), pengertian, setia, dan bisa menerima sy dengan segala kekurangan, sy dititipkan oleh Tuhan  Dua orang Anak (satu putri dan satu lagi seorang Putra), merekalah penyemangat sy.
Okeh back to topic..jadi menurut sy sah-sah saja kalau mereka berpikiran seperti itu terhadap sy, sy malah merasa senang, berarti masih ada orang yang meluangkan waktunya buat membaca dan mengoreksi apa yang sy tulis, dan itu menjadi penyemangat sy untuk terus menulis.
Terimakasih sy ucapkan untuk kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca dan mengoreksi tulisan sy diblog ini, sy butuh orang-orang seperti kalian agar sy bisa tetap menulis apa yang ada dipikiran sy, apapun komentar kalian tentang tulisan sy, sy tidak akan berhenti menulis.
Terimakasih sudah membaca 

Djakarta 24 Juni 2016

Kamis, 23 Juni 2016

Surga = ......




Jika membaca judul di atas sy jadi membayangkan sebuah tempat yang Indah, bahkan tidak ada tempat diDunia ini yang bisa  mengalahkan keindahan Surga, tapi sy tidak mau bermimpi untuk bisa menuju kesana, Katanya Surga itu hanya milik orang-orang yang tidak berdosa, jadi sy harus mengubur dalam-dalam harapan dan mimpi sy,,karena sy manusia yang penuh dengan Dosa, sudah tidak bisa terhitung Dosa yang telah sy lakukan selama hidup diDunia ini. 


Banyak orang yang mengorbankan Harta, waktu, kedudukan dan lain sebagainya yang mereka miliki untuk menjadi sarana berbuat kebaikan demi mendaptakan tempat disurga nanti, sepertinya mereka paham betul bahwa surga adalah tempat persinggahan terakhir dan untuk menuju kesana kita harus membawa bekal yang cukup, yaitu amal kebaikan kita selama hidup diDunia. 



Tapi sayangnya mereka terlalu berambisi dan egois untuk medapatkan kunci surga itu, hingga menegesampingkan cara-cara yang diajarkan Tuhan. 

Sy jadi teringat perkataan teman sy (Philips Marbun) “kalau seandainya Surga tidak ada apakah kita masih mau berbuat baik?” menurut sy ini pertanyaan yang logis bagi kita untuk dijawab dan butuh ke ikhlasan untuk menjawabnya. 



Masih menurut beliau bahwa surga itu tidak jauh, dia sangat dekat dengan kita hanya saja kita tidak menyadarinya, Surga menurut beliau itu adalah Jika kita dapat memberikan apa yang kita miliki dengan Tulus dan Ikhlas entah itu dalam bentuk pemikiran, tenaga maupun materi untuk membantu orang lain yang kesusahan, itulah surga yang sesungguhnya.


Sy setuju sekali dengan pemikiran beliau, itulah surga yang nyata. Semoga kita semua tidak egois dan berambisi untuk mendapatkan tempat disurga yang jauh disana, Tuhan selalu mengajarkan kita untuk saling mengasihi. 
Lakukan apa yang diperintahkan Tuhan tanpa harus meminta imbalan, 
Teruslah berbuat baik kepada sesama karena akan ada masanya semua itu akan terbalaskan, biarkan Tuhan yang menilai apakah kita pantas mendapatkan tempat di Surga nya Nanti. 





Terimakasih sudah membaca 





Djakarta 23 Juni 2016

Rabu, 22 Juni 2016

Umat Unyu-Unyu


Judul diatas tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun, sy hanya mencoba menterjemahkan apa yang ada dipikiran sy dan menuangkan nya kedalam sebuah tulisan.

Umat Unyu-Unyu, yup begitulah sy menyebut mereka yang begitu fanatik terhadap suatu hal yang berbau Agama, mereka selalu merasa paling benar dan suci, orang yang tidak sepaham dengan dia dianggap salah, kafir, dan sesat.

Kadang sy suka gregetan lihat Umat Tuhan yang model begini, mereka dengan begitu mudah nya menghakimi dan men cap Umat Tuhan yang lain yang tidak sepaham dengan mereka, padahal kita diajarkan untuk bisa menghormati antar sesama apapun Agama nya.

Si Umat Unyu-Unyu ini terlalu sibuk menghakimi Umat lain, mereka lupa bahwa Tuhan menilai Manusia itu bukan dari Agama, bukan dari pakaian dan bukan juga dari seringnya Dia beribadah, semua itu tidak akan berarti apa-apa dihadapan Tuhan kalau kelakuan dan sikap kita terhadap sesama masih jauh dari kata “mengasihi”.

Tuhan mengutus para Nabi & Rosul nya untuk menyebarkan kasih dan kepedulian terhadap sesama, itulah yang seharusnya kita lanjutkan dan terapkan sekarang ini, Tuhan ingin kita akur, damai, tentram, hidup berdampingan dan saling menguatkan apapun Agama nya.
 Semoga kisah dan cerita Nabi-Nabi yang sering kita baca dan dengarkan dari nenek moyang kita bukan hanya sebagai dongeng pengantar tidur untuk anak-anak kita saja, tapi kita harus bisa menerapkan nya didalam kehidupan kita.

Biarlah kebebasan ber Agama menjadi simpul untuk menyatukan kita, untuk bersama-sama melawan ketidak adilan yang dilakukan oleh oknum yang sengaja memecah belah Indonesia tercinta ini.

Biarlah si Mayoritas menggandeng Si Minoritas, berjalan beriringan sambil bergandengan tangan.
Marilah kita menjadi Umat yang Dewasa, bukan Umat Unyu-Unyu yang suka maen pentungan, dan yang suka ngamuk ga jelas.

“Karena Perbedaan itu adalah Fitri”

Terima kasih Sudah Membaca

Djakarta, 22 Juni 2016

Selasa, 21 Juni 2016

Setan Berwujud Manusia



Halo fans tercinta..hahaha jumpa lagi bersama sy Manusia Harimau..wkwkwk 


Kali ini sy ingin menulis tentang “Setan Berwujud Manusia”, dijaman canggih seperti sekarang ini banyak orang sudah tidak takut lagi dengan yang namanya setan karena setan sekarang beda tipis dengan manusia hehehe dan di Indonesia setan menjadi inspirator bagi para Pejabat dan Aparatur negara, tapi tidak semua ya, hanya beberapa aja yang terinpirasi sisa nya ... ah sudahlah.. 


Setan yang sy maksud disini bukan setan yang suka nakut-nakutin orang dengan cara gelantungan dipohon, loncat-loncat ga jelas didepan kita, dan pura-pura ngesod biar dapet recehan wkwkwk, setan yang sy maksud yaitu setan yang selalu ada di deket kuping sebelah kiri kita yang wujud nya ga keliatan tapi suka bisik-bisik tetangga hahaha maksudnya suka bisikin kita yang bikin kita khilap dan bisa bikin kita lupa lautan eh maaf lupa daratan maksudnya. 

Yup setan model beginilah yang suka menginspirasi kita untuk melakukan perbuatan yang tidak seharusnya kita lakukan, sy sendiri sering dibikin tidak berdaya oleh setan ini hehehe, kalau sudah terbuai dengan bisikan nya sy bisa lupa segalanya, bahkan nama sy sendiri aja sy lupa hahaha sy mah gitu orangnya.. 

Okeh dilanjut.. sy bikin nama alias aja ya buat si setan ini biar lebih enak didengernya, sy sebut saja dia “Rangga” biar keliatan ganteng, kekinian dan ada manis-manis nya dikit wkwkwk, si Rangga ini punya sifat yang keras kepala, tidak mudah menyerah dan sombong, mirip dengan sifat nya manusia mereka, hanya yang membedakan wujud nya saja itulah makanya sekarang banyak setan berwujud manusia. 

“Kita hanya Manusia biasa, yang punya banyak kekurangan, jauh dari kata sempurna dan tidak luput dari segala Dosa” nah slogan inilah yang sering kita dengar jika teman, saudara dan manusia lain nya yang sudah kena dan terbuai oleh bisikan si rangga tadi, kurang kreatif kalau menurut sy sih, coba cari alasan lain dong biar sedikit logika gitu hahaha,,

kadang sy suka ber andai-andai, jika saja Tuhan tidak mengusir si rangga dari surga mungkin kita akan baik-baik saja, Tenang, Adem, Damai,.... pokonya yang indah-indah lah, namun ternyata Tuhan beda pemikiran dengan kita, Tuhan ingin kita hidup dengan tantangan dan cobaan agar kita menjadi kuat. untuk dapat bersanding bersamanya di Surga nanti. 

Sy punya tips yang mungkin bisa anda gunakan untuk melawan si rangga ini agar kita tidak mudah terbuai dari rayuan maut dan janji palsu nya, jiahh kaya puisi aja..haha 

Tips yang pertama : 

Jangan melamun dan banyak berkhayal, apalagi melamun jorok bisa bahaya buat kesehatan wkwkwk, si rangga akan dengan mudah masuk kedalam pikiran anda dan akan siap merayu anda dengan berbagai macam cara. 

Tips ke dua : 

Isi waktu anda dengan kegiatan positif, misalnya menyapu jalan raya dengan begitu anda akan sibuk dan akan mendapatkan pahala dan bonus keringat yang ruar biasa hahaha, 

Tips ke tiga : 

Jangan biarkan anda terlalu lama dalam kesendirian, cari teman untuk diajak bicara, ngobrol atau sharing tentang hal-hal yang positif, atau ajak main catur aja biar gak bete hehe..
Tips ke empat : 

Nah ini penting buat anak abegeh kayanya, Jangan berduaan saat berpacaran, dan jangan cari tempat sepi, ada pepatah yang bilang “kalau kita lagi berdua sama pacar maka akan hadir si rangga” dia akan matia-matian membuat anda terjatuh dan tidak bisa bangkit lagi haha..

Tips kelima : 

Banyak-banyak lah beribadah, dan berdoa, serta memuji nama Tuhan disetiap hembusan nafas kita, aseeekk,, 

Itulah beberapa tips yang mungkin bisa membantu anda untuk melawan bisikan si rangga. Tapi semua kembali kepada diri kita masing-masing, kita yang menentukan mau apa dan akan kemana kita melangkah, melawan si rangga tidak lah sulit, yang tersulit itu melawan Diri sendiri karena itu musuh terbesar kita. 

Semoga Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk dapat membenahi Diri kita menjadi lebih baik dan berguna bagi sesama. 


Terimakasih sudah membaca. 

Djakarta, 21 Juni 2016 


Senin, 20 Juni 2016

Agama



Salam hangat,
Ini hanya sekedar tulisan yang mungkin kurang begitu bermakna entah apa namanya sy jg bingung, yang jelas semua yang tertulis disini  adalah luapan perasaan yang selama ini terpendam hahahahaseeek, mirip judul lagu aja, oke cekidot !!
Yang sy percaya ketika banyak orang mempertanyakan kita mau jadi apa? Dan kita mau lakuin apa? Itu adalah pertanyaan dari Tuhan yang berarti, teruslah Nak kejar mimpimu, semua ini akan berbuah manis ketika kamu terus maju tanpa memikirkan perkataan orang lain. Sy hanya mencoba terus konsisten dengan apa yang sy lakukan walaupun sy gak kaya raya karena pekerjaan yang sy jalanin, tapi setidaknya sy sudah bahagia bisa ngejalanin hidup sesuai dengan keinginan sy.
Sy Djunaedi Anak ke 2 dari pasangan yang dulu pernah berbahagia sebelum negara api menyerang wkwkwk, sy suka menuangkan apapun yang ada dipikiran sy baik dalam bentuk gambar ataupun tulisan.
Banyak orang yang menilai sy negatif, hahaha biarlah apapun yang mereka pikirkan tentang sy itu menjadi motivasi buat sy untuk lebih baik lagi, sebenernya sy malas menulis tapi karena berhubung skrng sy sudah punya komputer pemberian dari seorang teman hehehe, jadi sy bisa belajar nulis artikel tanpa harus menulis dikertas lg haha..makasih Mr ... untuk semuanya.

Articels !!

AGAMA
Sy bukan ahli kitab yang punya banyak pengetahuan soal Agama, entah darimana dan siapa yang menciptakan Agama sampai saat ini pun sy blm tau, tapi buat sy pribadi ini sangat menarik untuk sy tulis, sy juga tidak punya banyak sumber tentang hal diatas tapi sy ingin mencoba menuangkan nya melalui kacamata pribadi sy, Agama menurut sy seperti jembatan penyebrangan untuk menuju kepada sang Pencipta (Tuhan).
Tuhan tidak pernah menciptakan Agama, koreksi kalau sy salah, karena sy hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan aseekk, lanjut..manusia lah yang menciptakan nya, entah siapa yang memulai tapi yang jelas bukan Albert Enstein hehe, Di Indonesia Agama menjadi status yang sangat penting, tapi sayangnya banyak orang yang sudah menodai Agama hanya demi Nafsu dan ambisi Dunia, banyak orang mengatas namakan Agama demi kepentingan pribadi dan politik, seperti Ormas yang itu, yang sering Demo ga jelas, bikin macet jalan, dan suka sweping semaunya..ah sudahlah ga akan ada habisnya jika sy bahas tentang mereka haha..
Kadang sy suka berpikir kalau Agama bukan Tuhan yang ciptakan lalu untuk apa kita memeluk satu Agama? ..lalu apakah orang yang tidak beragama bakal masuk surga?..lalu buat apa kita membuang waktu untuk berdebat soal Agama?.. sekarang ini semua serba terbalik, Orang yang mengaku Beragama, rajin Ibadah tapi kelakuannya tidak mencerminkan yang diajarkan oleh Agama itu sendiri, walaupun tidak semuanya orang yang beragama begitu. Dan orang yang tidak beragama bisa melakukan yang Tuhan ajarkan, membantu sesama dan saling mengasihi.
Jujur sy juga masih seperti mereka yang masih suka berbuat Dosa dan mengesampingkan Tuhan hanya untuk mengejar Ambisi Dunia ahay deuh.. lanjut lagi ah..dalam perjalanan hidup sy banyak nemuin orang baik, tulus dan ikhlas menolong tanpa menyebut Agama mereka dan sampai saat ini apa yang mereka lakukan terhadap sy membuat sy sadar dan yakin bahwa tidak perlu mengatas namakan Agama untuk menolong orang, yup sy setuju sekali dengan hal itu 4 jempol sy akan berikan buat manusia yang model begini hehehe
Butuh tenaga extra dan ketulusan Hati untuk bisa mengaplikasikan apa yang Tuhan ajarkan kepada kita melalui Nabi & Rosul yang dituangkan kedalam satu buku yaitu Al Kitab (Al quran, Injil, Taurat, Zabur) namun banyak orang hanya bisa membaca dan menghafal nya saja tapi hanya sedikit yang benar-benar mempraktekan nya, kadang disitu sy merasa sedih hahaha..

Di Indonesia ada 5 Agama yang di akui (Islam, Kristen, Hindu, Budha dan kong hucu), menurut sy semua Agama baik, sama-sama mengajarkan Kasih terhadap sesama tanpa mengenal suku dan juga warna kulit, seandainya saja kita bisa mempraktekan dengan sungguh-sungguh dan tulus dari ajaran Agama mungkin tidak akan ada perang saudara, tidak akan ada saudara kita yang kelaparan dan kita bisa berjalan beriringan serta saling menguatkan  dengan membawa bendera Agama kita masing-masing. Itulah makna sesungguhnya bagi orang yang ber Agama.
Semoga impian dan Harapan kita semua untuk mencapai kerukunan umat ber Agama bisa terwujud di jaman yang sudah mulai tua dan akan musnah ditelan waktu, mari kita aplikasikan apa yang diajarkan oleh Agama kita, sebelum Tuhan menjemput dan meminta pertanggung jawaban atas apa yang sudah kita lakukan selama hidup di Dunia ini, “jika kekayaan mu berlebih sumbangkan hartamu, dan jika hartamu sedikit sumbangkan hatimu” !!


Terimakasih sudah membaca.

Djakarta, 20 Juni 2016.